Bos : kacung, gimana keadaan mahasiswa sekarang?
Kacung : wah, beragam bos, kalau dikelas sedikit yang memperhatikan forum diskusi kelas bos, malah mereka ada yang suka tidur , ada yang suka ngobrol sendiri, ada yang suka bolos kuliah alasannya berorganisasi, ada yang suka keperpus juga bos, tp kebanyakan cuma ngerjain tugas makalah kalau ndak gitu ngadem di perpus bos, yang baca buku jarang bos.
Bos : terus sekarang mahasiswa itu pada sibuk ngapain ?
Kacung : selain sibuk ngurusin kepuasan pribadi kayak shopping sama maen game, mereka sekarang lagi sibuk dengan lautan tugas-tugas dari dosen bos, tiap minggu ada aja tugasnya.
Bos : good job cung, jadi kita telah berhasil mempengaruhi para pemangku kebijakan, mereka tanpa sadar telah membuat sistem dan peraturan yang mematikan nalar bebas dan nalar kritis mahasiswa. Mahasiswa pun ndak bakal sadar kalau sekarang, kita sedang mempersiapkan ribuan buruh terpelajar untuk mengisi industri industri besar milik kita, dan kita akan semakin kekal berjaya diatas siklus pembodohan yang kita buat untuk mereka.
Kacung : kok bos bisa sepede itu bos?
Bos : ya jelas taa cung, sekarang saja mereka berjuang mati-matian mengerjakan tugas dosen, untuk apa? Untuk nilai. Nilai apa? Nilai yang nantinya dicoretkan dalam selembar kertas yang akan mereka gunakan untuk melamar pekerjaan di industri-industri besar kita. Dan kita akan membayar mereka secukupnya untuk sesuap nasi dan tak kan pernah cukup untuk sebuah kebebasan diri.
Kacung : kita sedikit lagi akan memenangkan pertempuran ini ya bos.
Bos : itu pasti. Biarlah mahasiswa sibuk dengan tugas2nya, biar.mereka ndak sadar bahwa kertas kertas itu hanya kertas bertinta dan berstampel, biar mereka lupa yang terpenting ada di dalam otak bukan yang ada diatas kertas, tp ngomong 2 yang katanya mahasiswa aktivis itu ada ngak kalau di kampus kita?
Kacung : mahasiswa aktivis itu yang gimana ya bos?
Bos : itu looo, mereka suka mengkritik dan memberi solusi, mereka yang suka belajar di organisasi, mereka yang suka nongkrong tp sambil diskusi,mereka yang mempunyai kecerdasan baik di tingkat kelas, kampus dan organisasi.
Kacung : emang ada yang kayak gitu ta bos, lha waktu saya keliling kampus ndak ada loo bos, kalau ada yang nongkrong yang dibahas pacar, spikan, kalau ndak gitu selvi-selvi bos atau main game.
Bos : wah kemajuan pesat bagi kita ini cung, rencana kita menjauhkan mereka dari berbagai hal intelektual sudah hampir berhasil, kemarin kita kan bekerja sama membuat aplikasi aplikasi hedonis terutama game dan kamera ditambah dengan kita bekerja sama membuat isu lapangan pekerjaan menyempit, mahasiswa dituntut memiliki ijazah yang bagus, yang mereka lakukan sekarang hanya buat tugas dan hura hura.
Kacung : tp bos ada juga yang diskusi masalah bisnis loo itu ndak bahaya?
Bos : tidak terlalu hari ini yang mereka pikirkan kan uang, itu bisa kita manfaatkan mereka lebih sibuk lagi di dunia uang dan lupa tanggung jawab moral dan intelektual mereka, tapi nanti kalau mereka melakukan hal yang berbahaya, baru akan kita luncurkan lagi isu terkait sistem kapitalisme.
Kacung : wah bos, nanti saya ikut bantu ya bos, saya juga ingin pinter kayak bos. Tp bos ini masih ada keluhan juga bos masih ada loo yang diskusi terkait kegelisahan mereka tentang akademik dan lingkungan ini gimana bos?
Bos : ini yang agak gawat, kita besuk berkerja sama dengan pihak berkuasa lainya untuk membuat isu baru terkait agama biar mereka pada heboh mengulek ulek itu, padahal kan jelas masalah akidah tidak bisa ditawar, masalah muamalah diserahkan kepada kemaslahatan, itu saja yang kita umpankan, kita lalu akan tambah lagi intruksi intruksi standard untuk perusahaan agar mahasiswa yang mau kerja karena ijazah, semakin sibuk dengan ijazahnya, kita akan tambah kurikulum kurikulum yang akan membuat mereka tercekik dan perlahan kita buat mereka menjadi buruh berkat ilmu ilmu instan yang kita buat.
Kacung : jant ora ndlomok, jos tenan bosku. Kalau gini terus pekerjaan kita semakin ringan ya bos, tp saya agak khawatir ntar kalau muncul sosok mahasiswa aktivis gimana bos, diam diam mereka diskusi di.luar membuat wacana untuk membasmi kita?
Bos : halah.. kita antisipasi dengan peluncuran kurikulum dan isu agama atau kita buat aplikasi baru yang membuat mereka lupa akan tangung jawaban nya, selesai.
Kacung : tp kalau ndak mempan gimana bos ?
Bos : kita pecah belah mereka, seng tenang, saya ini sedang mengarap isu untuk membuat mereka saling beradu otot untuk hal yang tak perlu.
Kacung : jant bos, bosku memang hebat.
Minggu, 19 Juni 2016
Guyonan rek edisi 1 (jurus jitu sang bos)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar